Dalam mengoperasikan furnace yang pertama kali dilakukan adalah dengan menyambungkan koneksi ke aliran listrik dengan posisi saklar OFF serta pintu dalam keadaan tertutup rapat. Furnace atau tanur akan mulai memanaskan bilik pemanas pada saat saklar utama dinaikan pada posisi ON. Sistem operasional furnace dapat memperhatikan beberapa langkah sebagai berikut :

  1. Posisikan saklar utama dalam kondisi ON
  2. Pastikan pintu furnace dalam keadaan tertutup rapat, setting suhu sesuai dengan yang dikehendaki diatur dengan memutar atau menekan tombol dekat dengan display temperatur hingga mencapai display suhu yang dikehendaki.
  3. Masukan stick termokopel melalui lubang yang biasanya terdapat di bagian atas atau belakang furnace.
  4. Amati kenaikan suhu yang tertera pada display furnace dengan yang tertera pada display termometer. Hal ini untuk mengamati apakah ada perbedaan dari penunjukan yang tertera pada display furnace dengan .

Ruangan pemanas merupakan bagian utama yang erat kaitannya dengan pengukuran suhu dari furnace. Pada ruangan pemanas/ bilik pemanas di dalamnya terdapat heating element yang merupakan sumber panas bagi ruangan. Untuk proses kalibrasi kita bisa mengambil data yang terbaca pada monitor furnace dengan yang ada di display termometer digital Secara keseluruhan kiranya perlu diketahui bahwa adanya keterkaitan antara proses rambat panas dengan akurasi hasil pembacaan suhu oleh termokopel. Termokopel pada tungku akan terus teroksidasi selama tungku dioperasikan sekalipun pada suhu rendah dan mengakibatkan pembacaan menjadi kurang akurat. Agar ketepatan pembacaan pada Controller Temperature lebih terjamin ketepatannya, maka akan lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *