Flowmeter merupakan suatu instrumen yang digunakan dalam operasi  kerja pada sebuah fluida gas atau cair yang secara khusus seperti media yang memiliki high pressure yang memerlukan suatu pendekatan spesifik dalam melakukan proses kalibrasi atau pengujian. Seoarang kalibrator flowmeter sebaiknya paham akan prinsip dan mekanisme kerja dari flowmeter baik itu untuk fluida cair maupun gas. Dengan semakin pesatnya kemajuan dan modernisasi alat ukur ataupun instrumen ukur sebaiknya diimbangi dengan kualitas alat ukur yang memadai. Kualitas yang dimaksud berhubungan erat dengan akurasi, tingkat presisi, sensitifitas, resolusi, range ukur dan masih banyak lainnya serta rekomendasi dan spesifikasi penggunaan suatu instrumen ukur yang lebih spesifik. Selain peran pabrikan laboratorium kalibrasi memiliki peran penting sebagai instansi atau lembaga yang menguji dan mengeluarkan hasil pengujiannya yang akan menjadi tolak ukur kehandalan atau kualitas dari alat ukur yang dimaksud. Dengan adanya standar SNI diharapkan berkaitan dengan cara atau sistem pengukuran serta kalibrasi flowmeter gass dengan menggunakan media yang khusus sehingga lebih memudahkan teknisi laboran dalam mengkalibrasi alat ukur yang bersangkutan dan sebagai pengguna dalam menerapkannya di lapangan. Pelaksanaan yang umum pada kalibrasi flowmeter khususnya gas pada kondisi ambient atau pada kondisi yang dipersyaratkan oleh laboratorium yang bersangkutan sehingga didapatkan nilai penunjukan meter ukur yang dikalibrasi dan nilai meter ukur standar sebagai referensi dan juga nilai koreksi atau tingkat kesalahan. Sehingga nilai kalibrasi di sertifikat kalibrasi cukup akurat digunakan hanya pada kondisi yang sesuai dengan kondisi hasil sertifikat kalibrasinya. Selain itu media yang digunakan harus sesuai dengan kondisi media yang digunakan pada saat kalibrasi. Pada aliran fluida yang sering diukur menggunakan flowmeter adalah flowrate. Flowrate sendiri terpisah menjadi dua besaran yaitu mass flowrate (laju aliran massa) dan volume flowrate (laju aliran volume). Laju volume sangat terpengaruh oleh kondisi fisik dan fluida yang bersangkutan yakni densitas. Sehingga hubungan keduanya dapat dirumuskan sebagai berikut :

Qv  =

Qv = laju volume (l/sec)

Qm = Laju massa  (kg/sec)

ρ   = Densitas/kerapatan massa (kg/l)

 

Salah satu metode pengukuran aliran yang sering dipakai sebagai alat ukur maupun sebagai standar ukur adalah metode differential pressure (metode pembatasan) biasa dipakai pada prinsip orifice, ventury, nozzle, laminar flow element dan lain sebagainya. Metode ini  mengukur perbedaan tekanan dua penampang aliran yang sebanding dengan laju alirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *