Dial caliper atau jangka sorong merupakan salah satu peralatan instrumentasi yang berfungsi mengukur diameter suatu benda dari sisi dalam, sisi luar dan kedalaman celah suatu benda atau lubang pada suatu benda. Setiap dial caliper yang digunakan baik sebelum atau sesudah digunakan pada periode tertentu, alat ukur dial calliper ini harus dilakukan kalibrasi sesuai standar nasional ataupun internasional. Agar mengetahui seberapa jauh penyimpangan suatu alat pada dasarnya kalibrasi merupakan kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional maupun internasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi

Adapun Sumber Sumber Ketidakpastian Pengukuran pada Dial Caliper.

  1. pengulangan pengukuran(Repeatability)

merupakan adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan alat ukur yang ditetapkan                     sebagai satuan. Sehingga dapat di hitung dengan persamnaan:

Capture

  1. Ketidakpastian baku gauge block

Karena sertifikat kalibrasi gauge block menyatakan terhadap spesifikasi suatu alat standar bahwa gauge block             tersebut memenuhi spesfikasi sebagai gaugeblock kelas 0, yaitu panjang gauge blockberada dalam rentang ±                0,8 μm dari panjang nominalnya. Dalam spesifikasi tersebut dinyatakan sebagai batas atas dan batas bawah               rentang ketidakpastian:

Cture

  1. Ketidakpastian baku resolusi Dial caliper

skala terkecil Dial caliper dari alat  0,05 mm sehingga nilai setengah divisi resolusi Dial caliper adalah 0,025                 mm atau 25 μm, maka dapat di hitung dengan persamaan.

Caphdfhture

  1. Ketidakpastian baku pengaruh temperatur

Perbedaan temperatur antara dial caliper dengan gauge block berada dalam rentang ±2C. Maka dapat hitung              dengan  persamaan:

Caphfdfhture

  1. Ketidakpastian baku pengaruh mekanik

dalam melakukan kalibrasi ini mencakup gaya tekan pada saat pengukuran, flatnes dari permukaan alat ukur,              kesejajaran permukaan alat ukur serta ketegaklurusan posisi pengukuran. Untuk meminimalkan usaha                          mengoreksi pengaruh tersebut diestimasikan sebesar ± 50 μm. Maka dapat di hitung:

Captudfszdfdsre

 

*diambil dari beberapa sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *