Teknik Kalibrasi Turbiditymeter – Turbiditymeter  merupakan pengukuran optik dari hamburan sinar yang dihasilkan. Hamburan sinar terjadi karena interaksi antara sinar yang diberikan dengan partikel suspensi yang terdispersi dalam larutan. Partikel-partikel suspensi tersebut dapat berupa lempung alga, material organik, mikroorganisme, bahkan molekul besar sekalipun seperti tannin dan lignin. Prinsip umum dari alat Turbiditymeter adalah sinar yang datang untuk  mengenai suatu partikel yang diteruskan dan yang di pantulkan, maka sinar yang diteruskan digunakan untuk dasar pengukuran. Alat ukur akan memancarkan cahaya pada media atau sampel, dan cahaya tersebut akan diserap, dipantulkan atau menembus media tersebut. Cahaya yang menembus media dan diukur dan ditransferkan ke dalam bentuk angka.

Keterangan Bagian-bagian Turbiditymeter :

  1. Standar Angka kekeruhan
  2. Tempat sampel: Untuk meletakkan botol sampel yang berisi sampel
  3. Tombol Zero
  4. Tombol Test
  5. Tombol Kal: Untuk mengakses kalibrasi modus dan tetap aktif selama kalibrasi
  6. Display
  7. Botol Standar
  8. Botol sampel : Untuk meletakkan sampel

Cara Kerja Turbiditymeter

  1. Masukkan Sampel kedalam Botol sambil mendekati garis tera
  2. Botol sampel di lap dengan kain lembut untuk membersihkan
  3. Tekan tombol I/O. Instrument akan terbuka kemudian tempatkan instrument pada suatu permukaan datar (kokoh) dan jangan memegang instrument ketika sedang melakukan pengukuran.
  4. Masukkan cell sampel dalam ruang cell dengan mengorientasikan tanda garis pada bagian dengan ruang cell.
  5. Pilih daerah/rangge secara manual atau otomatis dengan menekan tombol rangge.
  6. Memilih model sinyal rata-rata dengan menekan tombol signal average. Dan monitor akan menunjukan signal average, ketika Instrument sedang menggunakan mode sinyal rata-rata.
  7. Tekan tombol read. lalu Monitor akan memunculkan ntu, kemudian angka turbiditas akan muncul dalam ntu. Catat angka turbiditas setelah symbol lampu padam.

Cara Perawatan Alat Ukur Turbiditymeter

  1. Sebelum alat di pakai terlebih dahulu alat di panaskan selama 30 menit.
  2. Tidak boleh memegang tempat sampel secara langsung, agar tidak ada sidik jari yang menempel.
  3. Gunakan alkohol dan kain halus untuk membersihkan bagian luar kuvet.
  4. Diletakan di tempat yang rata, jangan di letakan di tempat yang miring.
  5. Setiapa hari kalau perlu dibersihkan dari debu dengan menggunakan lap kering

 

*dikutip dari berbagai sumber

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *