Kalibrasi Gelas Ukur

Kalibrasi Gelas Ukur

Pendahuluan

Dalam ruang Lingkup Kimia terdapat alat alat kimia sebagai salah satu penunjang penting dalam proses praktikum dilaboratorium. Alat – alat ini berupa alat –alat yang terbuat dari gelas / kaca. Peralatan gelas biasanya dibuat dalam kondisi tertentu dan dimaksudkan untuk mengukur volume dalam kondisi tertentu pula. Ada berbagai macam alat – alat gelas yang ada didalam ruang lingkup kimia,seperti beaker glass, gelas ukur, buret, labu ukur, pipet volume, pipet tetes, dan masih banyak lagi.

Landasan Teori

Sebelum alat alat gelas dalam ruang lingkup kimia digunakan biasa untuk mengetahui ketepatan alat terlebih dahulu alat tersebut dikasibrasi. Fungsi dari kalibrasi yaitu kita dapat mengetahui ketepatan atau nilai koreksi dari alat agar pada saat kita melakukan praktikum hasil yang kita dapatkan benar – benar tepat. Dari berbagai jenis alat gelas salah satu alat gelas yang biasa dikalibrasi yaitu :

Gelas Ukur

Gelas ukur merupakan salah satu alat gelas yang biasa digunakan dalam praktikum di laboratorium. Gelas ukur sering digunakan untuk mengukur volume cairan. Gelas ukur secara umum lebih akurat dan lebih presisi dibandingkan dengan labu ukur dan gelas kimia ( beaker glass ). Tetapi tidak semestinya gelas ukur digunakan dalam analisis volumetric.

Kesimpulan

Demikian penjelasan singkat mengenai alat alat gelas dalam lingkup kimia, selain gelas ukur yang dapat dikalibrasi masih banyak alat alat gelas kimia yang dapat dikalibrasi yaitu beaker glass, labu ukur, pipet volume, pipet ukur , dan masih banyak lagi.

Peralatan gelas awalnya dibuat dalam kondisi tertentu dan dimaksudkan untuk mengukur volume pada kondisi tertentu pula

 

 

 

Sumber :

 

 

Tag Relevan

Jasa Kalibrasi Gelas Ukur

Cara Merawat Alat ukur Mistar Baja

Dalam artikel Bulan lalu kita membahas tentang pembacaan pada alat ukur mistar baja / cara menggunakan alat ukur mistar baja, setelah kita menggunakan alat mistar baja kita harus berkewajiban untuk merawat alat ukur yang sudah kita gunakan,dengan bertujuan perawatan agar masa usia dari alat ukur yang kita gunakan bisa lebih lama, tetap bersih dan tidak menyimpang pembacaannya, Karena jika tidak dilakukan perawatan terhadap alat ukur tersebut akan rusak  dan menyimpang pembacaannya,  alat ukur mistar baja ini sangat sensitip terhadap air dan kotoran, jika terkena air dan kotoran akan mudah karat , alat akan mudah karat, Adapun beberapa tips merawat alat ukur mistar baja adalah sebagi berikut:

  1. Menyimpan alat ukur mistar baja di lemari yang tertutup
  1. Penyimpanan alat ukur  tidak boleh ditumpuk-tumpuk
  2. Penggunaan alat ukur harus sesuai dengan instruksi kerja
  3. Usahakan pada saat pemakaian alat ukur Jangan sampai jatuh
  4. Pada saat menggunakan alat ukur mistar baja usahakan tidak  tersentuh langsung dengan kulit, gunakan dengan alas ( tisu, sarung tangan karet dan lainya )
  5. Bersihkan peralatan setelah selesai dipergunakan dengan tisu dan pembersih karat(WD40)
  6. Melapisi peralatan alat ukur dengan oli/WD40 ,apabila tidak dipergaunakan untuk jangka waktu yang lama
  7. Melakukan pemeliharaan/Perawatan dengan teratur secara periodik.

Itulah beberapa tips perawatan alat ukur mistar baja, banyak orang diluar sana pintar dalam membeli alat, namun hanya sedikit orang diluar sana yang pintar dalam merawat alat ukur, smudah mudahan artikel ini ada manfaatnya sekian dari saya dan sampai jumpa lgi di artikel berikutnya

 

Jasa Kalibrasi / Verifikasi Lemari Asam / Fume Hood

Jasa Kalibrasi / Verifikasi Lemari Asam / Fume Hood

Pengertian Lemari Asam

Lemari asam adalah alat laboratorium yang didesain untuk mengurangi paparan dari gas berbahaya, uap beracun, mau pun debu. Dirancang untuk melakukan percobaan menggunakan zat kimia tertentu untuk penelitian tentang reaksi kimia.

Berfungsi untuk melindungi personil dari bahaya gas beracun dan percikan bahan kimia selama proses pengujian, riset mau pun pembelajaran di laboratorium.

Cara menggunakan lemari asam

  • Naikan jendela sorong ( slidding window ) sesuai keinginan anda
  • Hidupkan Switch blower
  • Hidupkan lampu penerang
  • Jika blower telah hidup, maka mulailah melakukan pekerjaan anda secara hati-hati.
  • Pada saat melakukan pekerjaan turunkan slidding window searah bahu pemakai hal ini dikarenakan untuk menghindari percikan-percikan bahan zat kimia ke wajah.
  • Jika pada saat pekerjaan hendak di tinggal sementara namun proses reaksi masih berjalan, maka lakukan dengan menurunkan slidding window dengan bukaan ± 10 cm dari bibir atas meja / top table.
  • Setelah melakukan pekerjaan anda lalu bersihkan meja lemari asam dengan kain kering lalu dibilas dengan kain basah, kemudian di lap lagi hingga kering.
  • Matikan Switch lampu
  • Tutup Window
  • Tutup Slidding window.
  • Jangan tutup rapat slidding window

Untuk lemari asam tidak untuk kalibrasi, dan hanya dapat diverifikasi untuk mengetahui apakah masih layak atau tidak.

Verifikasi Lemari Asam / Fume Hood dengan ASHRAE 110

ASHRAE 110 merupakan suatu metode untuk verifikasi lemari asam / fume hood laboratorium, dengan mengukur kecepatan aliran udara, tes visualisasi, dan pelacakan gas / tracer gas).

  • Pengukuran kecepatan udara
    Pengukuran kecepatan aliran udara di depan pintu/ jendel lemari asam laboratorium.
  • Uji visualisasi asap volum kecil
    Pengujian dengan visualisasi lokal. Asap dikeluarkan dengan tabung asap di muka  jendela lemari asam. Jika asap gagal dihisap, maka lemari asam GAGAL.
  • Uji visualisasi asap volum kecil
    Sama dengan  uji sebelumnya, ini juga uji kinerja visual. Bedanya, asap yang digunakan dalam jumlah banyak, karena itu menggunakan smoke generator. Aturannya sama, jika lemari asam gagal menarik asap pengujian, maka dianggap GAGAL.
  • Uji Kebisingan
    untuk mengukur kebisingan di lingkungan kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat Sound Level Meter.
No. TINGKAT KEBISINGAN(dBA) PEMAPARAN HARIAN
1. 85 8 jam
2. 88 4 jam
3. 91 2 jam
4. 94 1 jam
5. 97 30 menit
6. 100 15 menit

 

Zona Kebisingan
Daerah dibagi sesuai dengan titik kebisingan yang diizinkan
1. Zona A : Intensitas 35 – 45 dB. Zona yang diperuntukkan bagi tempat penelitian, RS, tempat perawatan kesehatan/sosial & sejenisnya.
2. Zona B : Intensitas 45 – 55 dB. Zona yang diperuntukkan bagi perumahan, tempat Pendidikan dan rekreasi.
3. Zona C : Intensitas 50 – 60 dB. Zona yang diperuntukkan bagi perkantoran, Perdagangan dan pasar.
4. Zona D : Intensitas 60 – 70 dB. Zona yang diperuntukkan bagi industri, pabrik, stasiun KA, terminal bis dan sejenisnya.
5. Zona Kebisingan menurut IATA (International Air Transportation Association)
6. Zona A: intensitas > 150 dB → daerah berbahaya dan harus dihindari
7. Zona B: intensitas 135-150 dB → individu yang terpapar perlu memakai pelindung telinga (earmuff dan earplug)
8. Zona C: 115-135 dB → perlu memakai earmuff
9. Zona D: 100-115 dB → perlu memakai earplug

  • Pengukuran intensitas Cahaya
    Untuk mengukur besarnya intensitas pencahayaan didalam lemari asam.
  • Static Tracer Gas Test
    Ini merupakan pengujian kinerja lemari asam laboratorium dengan menggunakan sulfur (SF6). Peralatan gas tracer akan diletakkan di atas meja kerja dan mengeluarkan gas sulfur. Posisi di atas meja akan diuji satu persatu di area kanan, kiri, dan tengah. Tiap lokasi diberi waktu 5 menit dengan volume sulfur yang dkeluarkan 4 liter/menit pada tekanan 30 psi. Jika konsentrasi dari Sulfur (SF6) lebih dari 100 ppb (part per billion) maka lemari asam GAGAL.
  • Dynamic Tracer Gas Test
    Pengujian tracer ini masih menggunakan trace gas, hanya saja peralatan dibuat tetap. Perubahan yang dilakukan pada :
    a) Efek buka tutup jendela lemari asam
    b) Siklus 3 kali buka dan tutup jendela lemari asam
    c) Setiap siklus pada poin b dilakkan selama 2 menit.
    Jika konsentrasi dari Sulfur (SF6) lebih dari 100 ppb (part per billion) maka lemari asam GAGAL.

PERSYARATAN LEMARI ASAM YANG AMAN

  • Bersih dari kotoran, debu maupun uap
  • Memiliki lampu, berwarna putih
  • Memiliki blower
  • Terhubung dengan sumber air
  • Memiliki sumber gas serta salurannya yang tahan api
  • Pintu vertikal yang tidak jatuh saat dirubah-rubah, serta untuk pintu horizontal, pintu mudah dibuka
  • Ada alarm kerusakan bila ada fungsii yang rusak
  • Berfungsi pada kondisi tertutup pada semua bagian
  • Memiliki tinggi meja yang memadai dengan ukuran rata-rata tinggiorang Indonesia
  • Memiliki sumber listrik yang aman
  • Lemari asam tidak boleh dijadikan sebagai tempat penyimpanan bahan kimia

 

MEMBERSIHKAN LEMARI ASAM
Lemari asam harus bersih, baik dari debu, tumpahan zat dan sebagainya.
Untuk membersihkan tumpahan zat kimia, dapat kita lakukan pembersihan dengan cara sebagai berikut:
Periksa dan amati jenis zat/pereaksi (asam / basa)
Periksalah menggunakan kertas lakmus
Gunakan penetral:
Jika tumpahan asam, maka larutan penetralnya adalah natrium karbonat
Jika tumpahan basa, maka larutan penetralnya adalah ammonium klorida
Bersihkan dengan prosedur dan sifat zat yang tumpah.

Mengenal alat ukur Galvanometer

Galvanometer merupakan  alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik dan beda potensial listrik yang relatif kecil. Alat ukur Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya dari alat ukur Galvanometer yang tidak mendukung. Akan tetapi Galvanometer bisa digunakan untuk mengukur kuat arus listrik maupun beda potensial listrik yang besar, jika pada alat ukur galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal seperti pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan shunt.

  • Pengertian dari Galvanometer dengan hambatan depan ialah voltmeter. Sebuah galvanometer dan sebuah hambatan eksternal Rx yang dipasang seri. Tujuan dari pemasangan hambatan Rx ini tidak lain ialah untuk meningkatkan batas ukur galvanometer, sehingga dapat digunakan untuk mengukur tegangan yang lebih besar dari nilai standarnya.
  • Galvanometer dengan hambatan shunt merupakan ampermeter. Dalam pemasangannya, ampermeter ini harus dihubungkan paralel dengan sebuah hambatan shunt Rsh. Pemasangan hambatan shunt ini tidak lain dengan bertujuan untuk meningkatkan batas ukur galvanometer agar dapat mengukur kuat arus listrik yang lebih besar dari nilai standarnya.

Prinsip Kerja Galvanometer, Galvanometer pada Dasarnya dipakai untuk arus tetapi dalam mengukur kuat arus listrik galvanometer bekerja berdasarkan prinsip bahwasanya  sebuah kumparan yang dialiri arus listrik dapat berputar ketika diletakkan dalam satu daerah medan magnetic. kumparan terdiri dari banyak sebuah lilitan kawat. Sebuah galvanometer yang digantungkan pada kumparan. Galvanometer bekerja berdasarkan gaya Lorentz. Gaya dimana gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi. Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kanan dari – merupakan  alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik dan beda potensial listrik yang relatif kecil. Alat ukur Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya dari alat ukur Galvanometer yang tidak mendukung. Akan tetapi Galvanometer bisa digunakan untuk mengukur kuat arus listrik maupun beda potensial listrik yang besar, jika pada alat ukur galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal seperti pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan shunt.

Mengenal Lemarai Asam

Mengenal  Lemari Asam

Fume Hood atau yang sering kita denagr lemari asam ialah sebuah alat yang berada diruangan laboratorium yang dilengkapi dengan alat perotasi udara seperti kipas penyedot (ceiling fans), sehingga pergantian udara menjadi lebih baik dan tahan terhadap bahan kimia, baik untuk asam ataupun basa. Fungsi utama dari lemari asam itu sendiri adalah sebagai perantara untuk memindahkan bahan kimia asam konsentrasi tinggi, tempat  reaksi kimia yang menggunakan bahan-bahan yangmudah menguap dan gas yang berbahaya, selain itu juga sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan kimia asam tinggi. Pada lemari asam sirkulasi udara sangant lah penting sehingga lemari asam dapat bekerja dengan baik. Bahan bahan yang digunakan dalam lemari asam seharusnya tahan terhadap bahan kimia.

Berikut ini beberapa cara untuk menggunakan lemari asam :

  1. Naikan jendela sorong sesuai yang anda inginkan
  2. Hidupkan Switch blower pada lemari asam
  3. Hidupkan lampu penerang yang ada di lemari asam
  4. Jika blower telah hidup, maka mulailah melakukan pekerjaan anda secara hati-hati.

Ketika melakukan pekerjaan turunkan jendela sorong atau slidding window searah bahu penggunaan, hal seperti ini untuk  menghindari percikan-percikan bahan zat kimia ke wajah penugguna. Jika pada saat pekerjaan hendak di tinggal sementara  proses reaksi masih berjalan, maka lakukan dengan menurunkan slidding window dengan bukaan ± 10 cm dari bibir atas meja / top table.Setelah melakukan pekerjaan anda lalu bersihkan meja lemari asam dengan kain kering lalu dibilas dengan kain basah, kemudian di lap lagi hingga kering. Terakhir Matikan Switch lampu lalu Tutup Window dan Tutup Slidding window.

Copyright © 2026 Jasa Kalibrasi KAN | Akreditasi KAN - Murah - Cepat | BMD Laboratory
Butuh Bantuan! Klik disini

Kami siap membantu anda sekarang, silahkan berdiskusi via WA Chat dengan Tim Specialist kami yang available online saat ini. Jika tim sedang sibuk dijaringan masing-masing kirim email ke: [email protected] untuk bantuan cepat melalui Help desk..

Dept. Marketing

Siti Rofikoh (All Area)

Online

Dept. Marketing

Dito (All Area)

Online

Dept. Marketing

Hardi (All Area)

Online

Dept. Marketing

Sulastri (D.I.Y, Jateng, Jatim)

Online

Siti Rofikoh (All Area)Dept. Marketing

Saya siap membantu anda sekarang, mari kita berdiskusi.. 00.00

Dito (All Area)

Saya siap membantu anda sekarang, mari kita berdiskusi.. 00.00

Hardi (All Area)Dept. marketing

Saya siap membantu anda sekarang, mari kita berdiskusi.. 00.00

Sulastri (D.I.Y, Jateng, Jatim)

Saya siap membantu anda sekarang, mari kita berdiskusi.. 00.00