Perbedaan Cara Pengambilan Data Kalibrasi Alat Volume Single Mark dan Multi Mark

Latar Belakang

Perbedaan Cara Pengambilan Data Kalibrasi Alat Volume Single Mark dan Multi Mark – Kalibrasi alat volume perlu dilakukan baik dari Laboratorium, pelayanan  kesehatan maupun instansi lainnya. Pengukuran hasil kalibrasi yang diberikan oleh suatu alat maupun alat volume dari alat sejenis tidak selalu menunjukkan hasil yang sama, meskipun alat tersebut memiliki type yang sama. Perbedaan ini diperluas karena adanya pengaruh lingkungan, operator serta metode pengukuran. Padaha sangat diharapkan hasil yang diapatkan dari hasil setiap pengukuran alat tersebut dan dimanapun memberikan hasil ukur yang sama.

Agar setiap alat maupun alat volume yang digunakan dapat memberikan hasil ukur yang sama yaitu dengan cara memberikan jaminan bahwa alat yang digunakan mempunyai ketelusuran kepada standar nasional atau standar internasional dengan melakukan kalibrasi terhadap alat tersebut.

 

Pengertian Kalibrasi

Perbedaan Cara Pengambilan Data Kalibrasi Alat Volume Single Mark dan Multi Mark – Kalibrasi merupakan serangkaian kegiatan pengukuran/pengujian terhadap suatu alat ukur untuk mendapatkan nilai aktual dengan cara membandingkan dengan alat standar (calibrator) yang telah memiliki nilai/ukuran yang tertelusur nilainya dalam kesatuan internasional dan standar yang lebih tinggi akurasinya dibuktikan dengan kalibrasi dari badan atau Lembaga metrologi berwenang.

 

Apa itu single mark dan multi mark..??

Perbedaan Cara Pengambilan Data Kalibrasi Alat Volume Single Mark dan Multi Mark – Kalibrasi alat volume single mark yaitu alat volume yang mempunyai nilai satu skala.  Dimana dilakukan pengambilan data dengan 6x pengulangan (repeat).

Contoh : Labu Ukur (Volumetric Flask)

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Volumetric_flask

Perbedaan Cara Pengambilan Data Kalibrasi Alat Volume Single Mark dan Multi Mark – Kalibrasi alat volume multi mark yaitu alat volume yang mempunyai nilai lebih dari satu skala. Dimana dilakukan pengambilan data 5 titik dari skala terkecil hingga skala terbesar (20 % dari kapasitas maksimal skala pengukuran).

Contoh : Gelas Ukur

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Gelas_ukur

Daftar Pustaka

ISO/IEC Guide 17025/2005 dan Vocabulary of international Metrology (VIM).

Perlunya Kalibrasi Alat Kesehatan

Latar Belakang

Perlunya kalibrasi alat kesehatan – Kalibrasi alat kesehatan merupakan suatu faktor penunjang yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan baik dirumah sakit, fasilitas kesehatan maupun diinstansi lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan.

Alat yang digunakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya haruslah aman sehingga harus dilakukan uji dan atau kalibrasi secara berkala oleh balai pengujian dan atau kalibrasi secara berkala oleh balai pengujian fasilitas kesehatan atau institusi pengujian fasilitas kesehatan, dalam melakukan pengujian dan atau kalibrasi alat kesehatan dimana harus mengacu kepada metode kerja pengujian dan atau kalibrasi.

 

Apa sih tujuan dilakukan kalibrasi untuk alat kesehatan..??

Perlunya kalibrasi alat kesehatan – Kalibrasi alat kesehatan sebagai tujuan agar tercapainya kondisi layak pakai untuk menjamin ketelitian, ketepatan serta keamanan  alat kesehatan dalam mendukung untuk pelayanan kesehatan.

 

Apa sih Pengertian Kalibrasi untuk alat kesehatan..??

Perlunya kalibrasi alat kesehatan – Kalibrasi alat kesehatan adalah serangkaian kegiatan pengukuran/pengujian terhadap suatu alat ukur untuk mendapatkan nilai aktual dengan cara membandingkan dengan alat standar (calibrator) yang telah memiliki nilai/ukuran yang tertelusur nilainya dalam kesatuan internasional dan standar yang lebih tinggi akurasinya dibuktikan dengan kalibrasi dari badan atau Lembaga metrologi berwenang.

 

Daftar Pustaka

“Wibowo, Bambang” 2018 Metode Kerja Pengujian Dan Atau Kalibrasi Alat Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan.

ISO/IEC Guide 17025/2005 dan Vocabulary of international Metrology (VIM).

KALIBRASI TIMBANGAN (BMD Laboratory 2019)

KALIBRASI TIMBANGAN

(Kalibrasi timbangan) Timbangan itu adalah salah satu dari sekian banyak alat ukur yang sering dipakai di dunia industry. Kalibrasi timbangan sangat penting untuk memperoleh hasil penimbangan yang akurat. Mengabaikan aktivitas layanan yang penting ini akan mengubah pengukuran menjadi pekerjaan yang hanya menebak-nebak. Dengan kata lain, menimbang dengan timbangan yang tidak dikalibrasi adalah tindakan sembrono. Seiring waktu, keakuratan timbangan menjadi kurang dapat diandalkan.

Hal ini sehubungan dengan keausan normal yang disebabkan oleh penggunaan rutin dan faktor eksternal seperti guncangan mekanis atau lingkungan yang berbahaya. Kondisi ini dapat mengarah pada degradasi atau penurunan kemampuan timbangan yang cukup cepat dalam waktu lebih lama. Kalibrasi timbangan yang dijadwalkan secara berkala ditambah dengan pengujian rutin yang cukup sering dilakukan akan meningkatkan masa pakai timbangan dan keakuratan penimbangannya secara signifikan.

Dalam istilah sederhana, kalibrasi adalah perbandingan kuantitatif. Untuk memeriksa pembacaan timbangan, anak timbang referensi diletakkan pada pinggan. Kesalahan didefinisikan sebagai selisih antara nilai terukur (pembacaan) dan nilai sebenarnya (anak timbang referensi). Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat ingin mengkalibrasi timbangan:

-suhu (25-30)

-kelembaban/RH (55% kurang lebih 10)

Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu.

Adapun teknik pengkalibrasian pada neraca ohauss adalah dengan memutar tombol kalibrasi pada ujung neraca ohauss sehingga titik kesetimbangan lengan atau ujung lengan tepat pada garis kesetimbanagn , namun sebelumnya pastikan semua anting pemberatnya terletak tepat pada angka nol di masing-masing lengan.

Timbangan dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang sudah terpasang atau dengan dua anak timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr. Penyimpangan berat dicatat pada lembar/kartu kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum pula berapa kali timbangan harus dicek. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama sekali maka timbangan harus diperbaiki oleh suatu agen (supplier).

Penanganan Timbangan

Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan harus tepat horizontal dengan “Spirit level (waterpass) sewaktu-waktu timbangan bergerak, oleh karena itu, harus dicek lagi. Jika menggunakan timbangan elektronik, harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, anda hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan.

Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi.

Setiap orang yang menggunakan timbangan harus merawatnya, sehingga timbangan tetap bersih dan terawat dengan baik. Jika tidak, sipemakai harus melaporkan kepada kepala lab. timbangan harus dikunci jika anda meninggalkan ruang kerja.

Membersihkan Timbangan

Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.

Perhatikan tampilan pada timbangan digital saat Anda menyalakan dan mematikan. Anda perhatikan angka pada layar display timbangan digital saat menimbang dan kemudian kembali ke tampilan ’000′ segera ketika Anda mematikannya.

Bandingkan dengan berat suatu benda yang diketahui secara pasti dan akurat beratnya. Misalnya, jika anda memiliki 10 kilogram dumbbell (alat angkat beban untuk olahraga), meletakkannya di timbangan digital Anda. Jika angka berat menunjukkan angka selain dari 10 kilogram, maka timbangan digital tersebut harus segera dikalibrasi atau diperbaiki. Beberapa timbangan digital memiliki tombol mekanisme untuk kalibrasi pada bagian depan. Jika anda tidak dapat menemukan mekanisme kalibrasi, pada buku manual (petunjuk penggunaan) biasanya ada keterangan yang menyebutkannya.

Untuk timbangan yang membutuhkan ketelitian lebih akurat seperti ons atau gram, diperlukan beberapa tes kalibrasi timbangan digital. Prinsipnya sama dengan cara yang ke-2 diatas. Menggunakan benda pembanding (anak timbang yang sudah dikalib

KALIBRASI TIMBANGAN

(Kalibrasi timbangan) Timbangan itu adalah salah satu dari sekian banyak alat ukur yang sering dipakai di dunia industry. Kalibrasi timbangan sangat penting untuk memperoleh hasil penimbangan yang akurat. Mengabaikan aktivitas layanan yang penting ini akan mengubah pengukuran menjadi pekerjaan yang hanya menebak-nebak. Dengan kata lain, menimbang dengan timbangan yang tidak dikalibrasi adalah tindakan sembrono. Seiring waktu, keakuratan timbangan menjadi kurang dapat diandalkan.

Hal ini sehubungan dengan keausan normal yang disebabkan oleh penggunaan rutin dan faktor eksternal seperti guncangan mekanis atau lingkungan yang berbahaya. Kondisi ini dapat mengarah pada degradasi atau penurunan kemampuan timbangan yang cukup cepat dalam waktu lebih lama. Kalibrasi timbangan yang dijadwalkan secara berkala ditambah dengan pengujian rutin yang cukup sering dilakukan akan meningkatkan masa pakai timbangan dan keakuratan penimbangannya secara signifikan.

Dalam istilah sederhana, kalibrasi adalah perbandingan kuantitatif. Untuk memeriksa pembacaan timbangan, anak timbang referensi diletakkan pada pinggan. Kesalahan didefinisikan sebagai selisih antara nilai terukur (pembacaan) dan nilai sebenarnya (anak timbang referensi). Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat ingin mengkalibrasi timbangan:

-suhu (25-30)

-kelembaban/RH (55% kurang lebih 10)

Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu.

Adapun teknik pengkalibrasian pada neraca ohauss adalah dengan memutar tombol kalibrasi pada ujung neraca ohauss sehingga titik kesetimbangan lengan atau ujung lengan tepat pada garis kesetimbanagn , namun sebelumnya pastikan semua anting pemberatnya terletak tepat pada angka nol di masing-masing lengan.

Timbangan dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang sudah terpasang atau dengan dua anak timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr. Penyimpangan berat dicatat pada lembar/kartu kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum pula berapa kali timbangan harus dicek. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama sekali maka timbangan harus diperbaiki oleh suatu agen (supplier).

Penanganan Timbangan

Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan harus tepat horizontal dengan “Spirit level (waterpass) sewaktu-waktu timbangan bergerak, oleh karena itu, harus dicek lagi. Jika menggunakan timbangan elektronik, harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, anda hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan.

Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi.

Setiap orang yang menggunakan timbangan harus merawatnya, sehingga timbangan tetap bersih dan terawat dengan baik. Jika tidak, sipemakai harus melaporkan kepada kepala lab. timbangan harus dikunci jika anda meninggalkan ruang kerja.

Membersihkan Timbangan

Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.

Perhatikan tampilan pada timbangan digital saat Anda menyalakan dan mematikan. Anda perhatikan angka pada layar display timbangan digital saat menimbang dan kemudian kembali ke tampilan ’000′ segera ketika Anda mematikannya.

Bandingkan dengan berat suatu benda yang diketahui secara pasti dan akurat beratnya. Misalnya, jika anda memiliki 10 kilogram dumbbell (alat angkat beban untuk olahraga), meletakkannya di timbangan digital Anda. Jika angka berat menunjukkan angka selain dari 10 kilogram, maka timbangan digital tersebut harus segera dikalibrasi atau diperbaiki. Beberapa timbangan digital memiliki tombol mekanisme untuk kalibrasi pada bagian depan. Jika anda tidak dapat menemukan mekanisme kalibrasi, pada buku manual (petunjuk penggunaan) biasanya ada keterangan yang menyebutkannya.

Untuk timbangan yang membutuhkan ketelitian lebih akurat seperti ons atau gram, diperlukan beberapa tes kalibrasi timbangan digital. Prinsipnya sama dengan cara yang ke-2 diatas. Menggunakan benda pembanding (anak timbang yang sudah dikalibrasi) untuk menentukan kalibrasi timbangan digital. Biasanya anak timbang yang akurat bisa dibeli juga dari produsen timbangan.

Bila daya listrik timbangan digital hanya menggunakan baterai, segera ganti baterai dengan yang baru. Jadi sebelum dibawa ke tempat servis timbangan digital, ganti dulu baterainya.

rasi) untuk menentukan kalibrasi timbangan digital. Biasanya anak timbang yang akurat bisa dibeli juga dari produsen timbangan.

Bila daya listrik timbangan digital hanya menggunakan baterai, segera ganti baterai dengan yang baru. Jadi sebelum dibawa ke tempat servis timbangan digital, ganti dulu baterainya.

Tags:

Kalibrasi Timbangan

KALIBRASI TEKANAN (BMD Laboratory 2019)

KALIBRASI TEKANAN

BMDLaboratory.COM Salah satu jenis kalibrasi yang dapat dilakukan oleh BMD Laboratory adalah kalibrasi tekanan atau juga disebut sebagai Pressure Calibration. Kalibrasi tekanan sendiri adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa adanya nilai zero, span, accuracy, atau linearity dari sebuah alat ukur tekanan haruslah sesuai dengan nilai tekanan yang sebenarnya atau sesuai dengan standar yang ada.

Kalibrasi tekanan merupakan alat yang digunakan untuk mengkalibrasi berbagai macam alat ukur tekanan. Alat ini berfungsi untuk mengetahui ketelitian pada alat yang sudah ada seperti kesalahan pembacaan dan fungsi dari alat tersebut. Accuracy ditentukan dengan cara membandingkan bacaan pressure instrument dengan test gauge standard/pressure gauge standar yang telah terkalibrasi untuk beberapa titik ukur yang dapat ditentukan di titik minimal kapasitas,setengah kapasitas dan maximal kapasitas serta beberapa titik ukur yang sering dipakai atau digunakan oleh pengguna.

Linearity ditentukan dengan memberikan increasing dan decreasing pressure dan melihat respon dari pressure instrument tersebut apakah membentuk persamaan linear atau persamaan lengkung / polynomial. Jika tidak linear maka harus dilakukan adjustment. Zero adalah nilai pressure pada kondisi tanpa tekanan (1 atmosfer). Span adalah selisih nilai maximum sampai dengan nilai minimum. Sedangkan range adalah nilai minimum sampai maksimum.

Cara untuk mengetahui nilai ketidakpastian dari alat ukur yang digunakan adalah dengan melakukan kalibrasi. Kalibrasi pada dasarnya adalah suatu kegiatan untuk mencari hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur dengan nilai. Nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dengan besaran yang diukur dalam kondisi tertentu”.

Kalibrasi sebagai suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar yang tertelusur kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan ransangannya kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan acuan tersertifikasi seringkali hasil pengukuran yang diberikan oleh beberapa alat sejenis tidak selalu menunjukkan hasil yang sama,meskipun alat tersebut mempunyai tipe yang sama.

Perbedaan ini diperbesar lagi dengan adanya pengaruh lingkungan,operator serta metode pengukuran. Padahal dalam menghasilkan hasil pengukuran tersebut sangat diharapkan bahwa setiap alat ukur yang digunakan dimanapun memberikan hasil ukur yang sama dalam kaitannya dengan keperluan keamanan,kesehatan,transaksi dan keselamatan. Agar setiap alat dapat memberikan hasil ukur dengan keabsahan yang sama,alat ukur tersebut perlu mempunyai ketelusuran kepada standar nasional atau standar internasional.

 

Silahkan kirim email ke: [email protected] atau hubungi tim kami di no.tlp: 021-29432095 untuk mendapatkan penawaran terbaik/konsultasi sekitar Jasa Kalibrasi Tekanan yang kami sediakan.

Sumber:

 

Tags: BMD Laboratory

Kalibrasi Tekanan

Kalibrasi Instrument Analitik Spektrofotometer

Kalibrasi Instrument Analitik Spektrofotometer

Pendahuluan

Selain mengunakan alat –alat gelas atau alat – alat dasar lain , dalam kimia juga terdapat menggunakan alat instrument yang digunakan untuk analisis lanjutan menggunakan alat lain yang lebih canggih. Alat – alat instrument ini biasasnya mempunyai fungsi khusus dan tertentu.

Landasan Teori

Alat merupakan salah satu pendukung dari keberhasilan suatu pekerjaan di laboratorium. Untuk mempermudah dan melancarkan berlangsungnya kegiatan yang ada di laboratorium, pengetahuan mengenai penggunaan alat sangatlah diperlukan. Kalibrasi alat –alat instrument analitik merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan. Kalibrasi adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkan dengan standar/tolak ukur. Kalibrasi diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan akurat dan konsisten dengan alat instrument lainnya. Contoh alat instrument yang biasa dikalibrasi yaitu :

Spektrofotometer

Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu objek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Kalibrasi Spektrofotometer biasa dilakukan dengan mengukur alat yang akan dikalibrasi dengan menggunakan Kuvet standar yang khusus digunakan untuk kalibrasi. Tak hanya menggunakan kuvet standar khusus kalibrasi, saat kalibrasi spektrofotometer juga menggunakan panjang gelombang yang sudah ditentukan.

Kesimpulan

Demikian penjelasan singkat mengenai Kalibrasi Alat – alat Kimia Analitik Instrument. Selain spektrofotometer masih banyak lagi alat kimia analitik yang biasa dikalibrasi seperti PH Meter, Conduktivity, Viscometer, Dissolved Oxygen Meter, dan lain – lain.

 

 

Sumber :

  • http : // www. kimiapost.net.
  • http : // Analisawarna.com.

 

Tag Relevan

Kalibrasi Spektrofotometer

Copyright © 2026 Jasa Kalibrasi KAN | Akreditasi KAN - Murah - Cepat | BMD Laboratory
Butuh Bantuan! Klik disini

Kami siap membantu anda sekarang, silahkan berdiskusi via WA Chat dengan Tim Specialist kami yang available online saat ini. Jika tim sedang sibuk dijaringan masing-masing kirim email ke: [email protected] untuk bantuan cepat melalui Help desk..

Dept. Marketing

Siti Rofikoh (All Area)

Online

Dept. Marketing

Dito (All Area)

Online

Dept. Marketing

Hardi (All Area)

Online

Dept. Marketing

Sulastri (D.I.Y, Jateng, Jatim)

Online

Siti Rofikoh (All Area)Dept. Marketing

Saya siap membantu anda sekarang, mari kita berdiskusi.. 00.00

Dito (All Area)

Saya siap membantu anda sekarang, mari kita berdiskusi.. 00.00

Hardi (All Area)Dept. marketing

Saya siap membantu anda sekarang, mari kita berdiskusi.. 00.00

Sulastri (D.I.Y, Jateng, Jatim)

Saya siap membantu anda sekarang, mari kita berdiskusi.. 00.00